
Menjaga Diri dari Keburukan Sesama Manusia
Kehidupan di dunia mempertemukan kita dengan beragam karakter manusia. Di antara mereka, ada yang membawa kebaikan, namun tidak sedikit pula yang potensi hatinya dihinggapi sifat iri, dengki, atau niat buruk kepada kita. Sebagai makhluk yang lemah, manusia tentu memiliki keterbatasan dalam menjaga diri dari tipu daya yang tak terlihat. Oleh karena itu, bersandar kepada Allah SWT melalui doa adalah perisai paling kokoh yang tidak akan pernah menembus batas kegagalan.
Mengamalkan doa agar dijauhkan dari kejahatan orang lain bukan berarti kita berburuk sangka kepada semua orang, melainkan bentuk kesadaran penuh bahwa keselamatan mutlak hanya datang dari-Nya. Sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam, memohon perlindungan dari kejahatan makhluk adalah bagian dari tawakal yang hakiki. Amalan dzikir dan doa penolak bala juga berfungsi sebagai penenang batin, agar hati kita tidak mudah diliputi rasa cemas, curiga, atau dendam yang berlebihan kepada sesama.
Adab dan Keikhlasan dalam Berdoa
Agar doa yang kita panjatkan lekas diijabah oleh Allah SWT, tentu ada adab-adab mulia yang perlu diperhatikan. Awali doa dengan mensucikan hati dari rasa benci, serta memohon ampunan atas segala kesalahan kita sendiri. Ketika kita meminta perlindungan dari kejahatan orang lain, hadirkan pula rasa husnudzon (berbaik sangka) kepada ketetapan Allah. Bacalah doa-doa perlindungan dengan khusyuk, penuh penghayatan, dan istiqomah, baik pada waktu pagi, petang, maupun seusai melaksanakan sholat fardhu.
Selain melafalkan doa secara lisan, benteng diri yang sejati juga harus diiringi dengan keluhuran akhlak. Seringkali, balasan terbaik atas potensi keburukan orang lain adalah dengan mendoakan kebaikan bagi mereka dan memperbanyak sabar. Semoga dengan istiqomah mengamalkan dzikir dan doa perlindungan, Allah SWT senantiasa menjaga langkah kita, menyelamatkan kita dari segala bentuk marabahaya, serta melimpahkan ketenteraman di dalam hati. Amin ya Rabbal 'alamin.