Kitab digital pendamping kanal YouTube @fathulwahhab Subscribe YouTube →
Sholawat · Doa · Dzikir · Hizib

fathulwahhabdotcom

istighfar sayyidinaa ali bin abi thalib radhiyallaahu anhu - astaghfirullahaladzim li waliwalidayya


Video
Catatan: Artikel di bawah ini disusun dengan bantuan AI berdasarkan judul video, dan belum ditinjau ulang secara manual. Untuk rujukan dalil, hadits, atau tata cara ibadah yang presisi, mohon periksa kembali ke sumber/kitab aslinya atau tanyakan pada guru/ustadz.

Sahabat pembaca yang dirahmati Allah, amalan harian seorang Muslim tidak akan pernah lepas dari dzikir dan istighfar. Di antara sekian banyak bentuk permohonan ampun yang diajarkan oleh para ulama dan sahabat Nabi, terdapat satu lafaz istighfar yang dinisbatkan kepada pintu ilmu dan sahabat mulia, Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu anhu. Bacaan ini dikenal melalui kalimat astaghfirullahaladzim li waliwalidayya, sebuah pengingat indah bahwa dalam setiap taubat seorang hamba, ada doa tulus yang dipanjatkan untuk kedua orang tua tercinta.

Konteks dan Keutamaan Istighfar untuk Orang Tua

Secara umum, memohon ampun kepada Allah adalah kunci pembuka pintu rezeki, penenang hati, dan penghapus dosa. Ketika istighfar dirangkai dengan doa bagi kedua orang tua, nilainya menjadi jauh lebih istimewa. Ajaran Islam senantiasa menekankan pentingnya berbakti kepada ibu dan bapak, baik semasa mereka ada di dunia maupun setelah mereka berpulang ke rahmatullah. Mengamalkan istighfar yang dinisbatkan kepada Sayyidina Ali ini merupakan salah satu bentuk ikhtirah (keteladanan) dalam merawat hubungan baik dengan Sang Pencipta sekaligus wujud nyata bakti seorang anak kepada orang tuanya.

Adab dan Hikmah Mengamalkan Dzikir Harian

Agar amalan ini memberikan ketenangan batin yang maksimal, hendaknya kita membacanya dengan adab yang baik. Mulailah dengan hati yang ikhlas, niat yang tulus semata-mata mencari ridha Allah, serta diiringi dengan kesadaran penuh atas segala kesalahan yang pernah diperbuat. Tidak ada syarat jumlah yang kaku, yang terpenting adalah istiqamah atau keajegan dalam mengamalkannya setiap hari, misalnya selepas shalat fardhu atau di waktu sepi menjelang malam.

Hikmah dari membiasakan diri membaca istighfar khusus ini sangatlah luas. Selain melapangkan dada dan membersihkan jiwa dari karat-karat kelalaian, amalan ini juga melatih kelembutan hati. Ketika kita sering mendoakan orang tua dalam untaian istighfar kita, Allah akan menjaga keberkahan hidup kita dan melimpahkan kasih sayang-Nya. Mari jadikan dzikir harian ini sebagai pelita penenang jiwa, penyejuk qalbu, serta jalan mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Semoga Allah senantiasa menerima taubat kita dan mengampuni dosa-dosa kedua orang tua kita.