
Mengenal Keindahan Shalawat Qomarul Wujud
Sahabat pembaca yang dirahmati Allah, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu amalan mulia yang senantiasa mendekatkan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Di antara sekian banyak bentuk pujian kepada Rasulullah SAW, terdapat satu amalan yang sangat masyhur di kalangan para pencinta kekasih Allah, yaitu Shalawat Qomarul Wujud yang dinisbatkan kepada seorang wali besar, Habib Abu Bakar bin Muhammad As-Segaf Gresik.
Shalawat ini tidak hanya menjadi rangkaian kata pujian, melainkan juga sebuah sarana penyejuk hati bagi siapa saja yang merindukan syafaat baginda Nabi. Dengan melafalkan shalawat ini, seorang mukmin berharap batinnya disinari oleh cahaya petunjuk, sebagaimana makna "Qomarul Wujud" yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai rembulan semesta alam yang menerangi kegelapan zaman.
Adab dan Keutamaan Mengamalkan Shalawat
Mengamalkan amalan para ulama salaf, seperti Shalawat Qomarul Wujud, hendaknya senantiasa didasari oleh niat yang tulus ikhlas karena Allah Ta'ala serta rasa mahabbah (cinta) yang mendalam kepada Nabi SAW. Sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam, setiap kali kita menyebut nama Rasulullah, hendaknya diiringi dengan adab yang luhur, kebersihan hati, serta kekhusyukan.
Keutamaan membaca shalawat secara istiqamah sangatlah luas bagi kehidupan seorang Muslim. Ia menjadi pembuka pintu keberkahan, pelipur lara di saat hati sedang sempit, serta penenang jiwa dari hiruk-pikuk urusan dunia. Ketika lisan senantiasa basah dengan pujian kepada Nabi SAW, secara tidak langsung kita sedang membersihkan karat-karat di dalam hati, agar senantiasa berorientasi pada ridha Allah.
Hikmah Menghidupkan Dzikir dan Shalawat dalam Sehari-hari
Sahabat @fathulwahhab yang budiman, menghidupkan hari-hari dengan dzikir dan shalawat adalah tanda hidupnya jiwa seorang mukmin. Hikmah terbesar dari amalan ini adalah terpeliharanya hubungan batin yang kuat antara umat dengan Nabi akhir zaman. Dalam melangkah menjalani hari, orang yang istiqamah bershalawat akan merasakan ketenangan batin yang luar biasa, karena ia merasa senantiasa berada dalam naungan doa dan syafaat beliau.
Mari kita jadikan shalawat sebagai bagian tak terpisahkan dari zikir harian kita. Semoga lisan kita senantiasa dimudahkan untuk memuji Rasulullah SAW, sehingga kelak kita diakui sebagai umatnya yang mendapatkan syafaat di yaumil akhir. Aamiin ya Rabbal 'alamin.